AKSiOMA Series #2 2026: Bedah Strategi Studi S2 ke Luar Negeri Bersama Alumni Matematika FST UT

Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Terbuka (FST UT) bersama Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMMATA) menyelenggarakan kegiatan AKSiOMA (Ajang Ketemu dan Silaturahmi Online Mahasiswa dan Alumni) Series #2 2026 pada hari Minggu, tanggal 30 Agustus 2026 pukul 09:00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Mengusung tema “Road to Success Study Abroad: Belajar dari Jejak Alumni”, kegiatan ini menjadi wadah diskusi interaktif serta pembekalan komprehensif bagi mahasiswa aktif dan alumni UT yang berencana melanjutkan pendidikan pascasarjana (S2) ke perguruan tinggi di luar negeri.

Acara diawali secara resmi dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), Diani Fitaloka, mahasiswa Prodi Matematika FST UT. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Ketua Program Studi Matematika FST UT, Elin Herlinawati, M.Si. Dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kolaborasi sinergis antara Prodi Matematika dan HIMMATA. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan alumni menembus kampus-kampus top dunia merupakan bukti nyata kualitas akademik dan daya saing lulusan Universitas Terbuka di kancah internasional. Sambutan ini sekaligus membuka secara resmi jalannya diskusi yang dipandu oleh moderator, Karuna Dewi Mudita,mahasiswa Prodi Matematika FST UT.

Program AKSiOMA sendiri merupakan agenda unggulan berkelanjutan hasil kerjasama Prodi Matematika FST UT dan HIMMATA. Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk memfasilitasi transfer pengetahuan (knowledge sharing), memberikan gambaran realistis terkait tantangan studi luar negeri, serta membangun jaringan silaturahmi yang kokoh antar sesama keluarga besar prodi Matematika FST UT.

Narasumber pertama, Jason Filbert Leo, S.Mat., alumni Prodi Matematika UT yang saat ini sedang menempuh studi jenjang Master in Actuarial Science di ISEG Lisbon, Portugal, memaparkan pertimbangan mendasar memilih S2 di luar negeri, seperti pengembangan diri, pengalaman budaya unik, sistem pendidikan internasional, hingga perluasan jaringan global. Beliau membagikan panduan teknis mengenai dinamika kehidupan akademik dan administratif di Uni Eropa meliputi pencarian universitas dan program studi yang tepat, pemenuhan syarat pendaftaran, hingga alur pengajuan visa student. Lebih lanjut, beliau menekankan tiga pilar utama dalam menghadapi kehidupan kampus di Eropa: merencanakan pembelajaran secara terstruktur, mengambil inisiatif mandiri, dan akif membangun relasi sosial maupun akademik.

Selain kesiapan akademik, Jason menggarisbawahi pentingnya pemahaman administratif pasca kedatangan di negara tujuan. Beliau memaparkan secara detail mengenai perbedaan antara visa pelajar dan residence permit, serta dokumen pendukung utama seperti asuransi kesehatan standar Uni Eropa, kontrak akomodasi tetap, bukti pembayaran tuition fee, hingga pengurusan nomor pajak lokal (NIF di Portugal) melalui perwakilan resmi (legal representative). Menurutnya, kelengkapan dokumen administratif awal sangat menentukan kelancaran seluruh proses operasional mahasiswa selama menempuh pendidikan di Eropa.

Sementara itu, narasumber kedua, Irfan, S.Mat., alumni prodi Matematika UT yang merupakan Awardee Beasiswa LPDPdan kini tengah menempuh pendidikan Master in Data Science di Johns Hopkins University, Amerika Serikat, membedah strategi sistematis melamar beasiswa dan universitas kelas dunia. Irfan membagikan 16 tahapan konkret perjalanan studinya, mulai dari persiapan tes kemampuan bahasa Inggris (IELTS), perolehan Letter of Sponsorship (LOS), pemilihan universitas sasaran, pengurusan berkas beasiswa LPDP, penerbitan Form I-20, wawancara visa F-1, hingga persiapan medis seperti vaksinasi komprehensif saat tiba di kampus Johns Hopkins.

Dalam pemaparannya, Irfan juga menekankan tiga tips utama dalam menghadapi ujian sertifikasi bahasa Inggris (IELTS): konsistensi drilling latihan soal setiap hari untuk membangun muscle memory, pembagian waktu dan fokus yang adil di keempat section (Reading, Listening, Speaking, Writing), serta ketelitian tinggi terhadap detail tata bahasa seperti penulisan bentuk jamak/tunggal (plural/singular). Selain itu, terkait penulisan esai beasiswa LPDP, beliau berpesan agar peserta mengedepankan prinsip Authenticity (keotentikan kisah pribadi) dan Realism (rencana kontribusi yang realistis dan aplikatif) untuk Indonesia.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sepanjang sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan teknis mengenai adaptasi budaya, pengelolaan finansial bulanan, strategi wawancara visa, hingga legalisasi dokumen akademik dibahas secara mendalam dan terbuka. Melalui penyelenggaraan AKSiOMA Series #2 ini, HIMMATA dan Prodi Matematika FST UT berharap dapat terus menginspirasi mahasiswa aktif untuk berani bermimpi dan mengambil langkah nyata menuju jenjang internasional, sekaligus mempererat jejaring alumni prodi Matematika FST Universitas Terbuka.

Kontributor: Panitia AKSiOMA HIMMATA UT

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *